Selasa, 27 Oktober 2009

Dian Rofikasari

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

    Dalam era globalisasi sekarang ini, transportasi merupakan salah satu alat yang sangat vital dalam membantu mempermudah mobilitas masyarakat Indonesia, terutama masyarakat di kota-kota besar di Indonesia. Semakin tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di kota-kota besar di Indonesia akan semakin membuat masyarakat di kota-kota besar di Indonesia semakin dinamis dalam beraktivitas, dalam melakukan aktivitasnya yang begitu dinamis, masyarakat di kota-kota besar di Indonesia memerlukan alat transportasi yang dapat mempermudah kebutuhan mereka dan juga kebutuhan akan efektifitas dan kenyamanan dalam menggunakan jasa transportasi, sehingga dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari yang begitu dinamis mereka dapat melakukannya dengan efektif, efisien, nyaman dan tepat waktu.

    Namun saat ini permasalahan transportasi tersebut di kota-kota besar di Indonesia menjadi masalah yang sangat penting, tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan efektifitas dan kenyamanan dalam menggunakan jasa transportasi yang seharusnya dapat terpenuhi oleh jasa transportasi namun pada kenyataannya kebutuhan tersebut malah semakin sulit terpenuhi oleh jasa transportasi, salah satu penyebab permasalahan tersebut dapat terjadi adalah karena perencanaan transportasi yang kurang tepat maupun perencanaan yang sudah tepat tetapi pelaksaannya yang tidak sesuai dengan perencanaan.

    Permasalahan seperti ini hampir terjadi disemua jasa transportasi termasuk jasa transportasi door to door service seperti taksi, sistim perencanaan yang kurang tepat dan pelaksaan yang tidak sesuai dengan perencanaan menjadi penyebab masalahnya, padahal angkutan taksi dikota-kota besar di Indonesia, khususnya DKI Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi) menjadi jasa angkutan yang paling tepat untuk masyarakat perkotaan yang membutuhkan keamanan, kenyamanan dan ketepatan waktu. Seingga peluang inilah yang seharusnya dimaksimalisasi oleh perusahaan-perusahaan angkutan taksi dalam membuat perencanaan yang tepat dan pelaksaaan yang sesuai dengan perencanaan yang tepat.

    Manajemen perusahaan haruslah benar-benar tepat dalam membuat perencanaan sehingga kebutuhan masyarakat akan keamanan, kenyamanan dan ketepatan waktu dalam menggunakan angkutan taksi dapat terpenuhi, namun perencanaan yang tepat haruslah didukung oleh pengawasan dan evaluasi pada pelaksanaanya, sehingga ketepatan perencanaan menjadi ketepatan juga pada pelaksanaan.

    Dalam skripsi ini penulis mengambil contoh perusahaan swasta yang bergerak dibidang jasa angkutan taksi yaitu PT Primajasa Perdanaraya Perusahaan ini tidak hanya bergerak dibidang angkutan taksi saja akan tetapi mempunyai angkutan bus antar kota antar provinsi (AKAP) bus pariwisata dan busway koridor 4 dan 6.

    PT Primajasa Perdanaraya adalah salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang jasa angkutan di Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi) berdasarkan pelaksanaan pengoperasian perusahaan jasa transportasi darat ini telah memiliki daerah pemasaran pengoperasian seperti membangun berbagai wilayah pengoperasian yang terdiri dari Bandara Soekarno- Hatta dengan sticker resmi bandara, wilayah pemukiman eksekutif diwilayah Jakarta Barat yaitu Citra Garden II, diwilayah Timur yaitu Mall Metropolitan Bekasi, Mega Mall Bekasi dan Tamini Square.

    Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan judul :

    “ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA REALISASI DENGAN RENCANA PRODUKTIVITAS OPERASI ARMADA TAKSI PADA PT PRIMAJASA PERDANARAYA TAHUN 2009 – JUNI TAHUN 2010”.

  1. Perumusan Masalah
    1. Identifikasi masalah

      Dari latar belakang tersebut dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:

    1. Proses standard operating prosedur (SOP) operasi armada taksi belum berjalan dengan baik.
    2. Tingkat realisasi produktivitas operasi armada taksi belum optimal.
    3. Tingkat rencana produktivitas operasi armada taksi belum optimal.
    4. Belum sesuai antara realisasi dengan rencana produktivitas operasi armada taksi.
    1. Batasan masalah

      Dari identifikasi masalah tersebut, masalah penelitian hanya dibatasi pada perbandingan antara realisasi dengan rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 – Juni Tahun 2010.

    1. Rumusan masalah

      Dari batasan masalah dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana realisasi produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010?
    2. Bagaimana rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010?
    3. Bagaimana perbandingan antara realisasi dengan rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010?

  1. Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1. Tujuan Penelitian

    Adapun tujuan penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

    1. Untuk mengetahui bagaimana realisasi produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010?
    2. Untuk mengetahui bagaimana rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010?
    3. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan antara realisasi dengan rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010?
    1. Manfaat Penelitian
    1. Bagi Peneliti

      Untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan transportasi darat pada umumnya, dan permasalahan yang berkaitan dengan realisasi dan rencana produktivitas operasi armada taksi.

    1. Bagi Perusahaan

      Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi PT Primajasa Perdanaraya dalam mengambil kebijaksanaan khususnya dalam realisasi dan rencana produktivitas operasi armada taksi agar lebih baik dan matang dimasa yang akan datang.

    1. Bagi Masyarakat

      Penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi tambahan pengetahuan mengenai realisasi dan rencana produktivitas operasil armada taksi yang merupakan salah satu kunci pertumbuhan bagi perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang.

  1. Metodologi Penelitian
    1. Metode pengumpulan data
    1. Penelitian lapangan (Field Research)

      Dengan melakukan penelitian lapangan didapatkan data primer penelitian dengan mendatangi objek penelitian, yaitu PT Primajasa Perdanaraya, data tersebut diperoleh melalui:

      1. Observasi langsung, maksudnya memperoleh data dengan mengamati langsung keadaan dilapangan yang berubungan dengan bidang penelitian.
      2. Wawancara, artinya mendapatkan informasi serta data yang dibutuhkan melauli pihak-pihak yang terkait yang bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan.
    1. Penelitian kepustakaan (Library Research)Penelitian ini bertujuan mendapatkan data sekunder dan diperoleh dari sumber-sumber bacaan

      atau literature yang berkaitan dengan bidang penelitian.

    1. Tekhnik Analisis Data

      Tekhnik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis perbandingan dengan membandingkan antara realisasi produktivitas operasi armada taksi sebagai variabel X dengan rencana produktivitas operasi armada taksi sebagai variabel Y pada PT Primajasa Perdanaraya. Analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan membandingan antara dua variabel. Analisis deskriptif dengan membandingan antara dua variabel merupakan analisis suatu data yang ditinjau dari dua hal, misalnya antara kenyataan dengan ketentuan yang ada, pengujian datanya dibandingkan dengan suatu kriteria atau standar yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. dalam penelitian ini diaplikasikan untuk membandingkan antara realisai dengan rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya Tahun 2009 - Juni Tahun 2010.

    1. Analisis tabel kontigensi, untuk mengetahui apakah variabel X (Realisasi Operasi) dan variabel Y (Rencana Operasi) terdapat kesesuaian atau tidak. Menurut Suharsimi Arikunto (2002:234), adalah sebagai berikut:



Tabel I. 1

      Tabel Kontigensi

      Hal-Hal yang Menjadi Tujuan atau Harapan

      dan Tingkat Keterlaksanaan

No. Hal-hal yang ditanyakan Harapan/Tujuan Keterlaksanaan Keterangan
Tinggi Rendah Tinggi Rendah


Keterangan:

        1. Harapan/tujuan dikatakan tinggi apabila perusahaan sangat mengharapkan harapan/tujuan tersebut dapat terealisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
        2. Harapan/tujuan dikatakan rendah apabila perusahaan tidak terlalu mengharapkan harapan/tujuan tersebut dapat terealisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
        3. Keterlaksanaan dikatakan tinggi apabila realisasi ≥ (sama dengan atau lebih dari) rencana yang telah dibuat.
        4. Keterlaksanaan dikatakan rendah apabila realisasi < (kurang dari) rencana yang telah dibuat.

Tabel I. 2

      Tabel Kontigensi

      Kontigensi Antara Perencanaan (Harapan)

      dengan Keterlaksanaan

      Perencanaan

Sangat Diharapkan Tidak Terlalu


Tinggi
(a) (b)


Rendah
(c) (d)






    Keterlaksanaan





      Keterangan:

              Sel (a) : Hal-hal yang sangat diharapkan dan terjadi dengan memuaskan.

              Sel (b) : Hal-hal yang diharapkan tetapi tidak terlalu, dapat terlaksana dengan baik.

              Sel (c) : Hal-hal yang sangat diharapkan, dapat terlaksana namun kurang memuaskan.

              Sel (d) : Hal-hal yang diharapkan meskipun tidak terlalu, dapat terlaksana namun kurang memuaskan.

  1. Sistematika Penulisan Skripsi

    Skripsi disiapkan dalam lima bab dengan sistematika sebagai berikut:

        BAB I : PENDAHULUAN

        Pendahuluan menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan skripsi.

        BAB II : LANDASAN TEORI

        Menguraikan teori yang berkaitan dengan judul skripsi secaraluas hingga teori yang akan digunakan untuk analisis pembahasan. Setiap bentuk rujukan dari sejumlah literature disebutkan dengan jelas sebelumnya.

        BAB III : GAMBARAN UMUM PT PRIMAJASA PERDANARAYA

        Menguraikan sejarah singkat, organisasi dan manajemen serta kegiatan usaha PT Primajasa Perdanaraya.

        BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

        Pada bab ini akan dilaporkan hasil analisis realisasi produktivitas operasi armada taksi, hasil analisis rencana produktivitas operasi armada taksi dan hasil analisis perbandingan atau tingkat kesesuaian antara realisasi dengan rencana produktivitas operasi armada taksi pada PT Primajasa Perdanaraya tahun 2009 - Juni tahun 2010 dengan mengunakan analisis deskriptif perbandingan antara dua variabel yang telah dibahas pada bab I.

        BAB V : PENUTUP

        Pentup terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan diambil dari bab IV yaitu analisis dan pembahasan, sedangkan saran disesuaikan dengan solusi pada analisis dan pembahasan.

Clara Gorety

PROPOSAL SKRIPSI

ANALISIS PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGIRIMAN EMPTY CONTAINER DARI DEPO PT. MULTICON INDRAJAYA KE TPK KOJA PERIODE OKTOBER 2009

SKPIRSI

OLEH

CALARA GORETTY

224206023

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPOR TRISAKTI JAKARTA

2009

Kata Pengantar

Tiada kata lain yang dapat menggantikan kata terima kasih dan ucapan Syukur kepda Tuhan Yang Maha Besar atas semua anugrah dan kasih yang tiada henti Ia berikan di dalam hidup saya. Seperti aliran darahnya yang terus berputar di dalam tubuh saya. Seperti itukah kasih-Nya kepada saya kasih-Nya berupa ide, pemikiran dan inspirasi yang saya jadikan dasar dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis Peringkat Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan Pengriman Empty Container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja periode Oktober 2009”skripsi ini di ajukan kepada program strata 1, STMT Trisakti Jakarta. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai syarat kelulusan program studi strata 1, jurusan manajemen transpor darat.

Rasa trimakasih juga saya ucapkan kepada semua pihak yang turut membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. Diantaranya bapak Osman Arofot selaku dosen pembinaan mata kuliah seminar, kedua orang tua saya, dan kepada pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Adapun harapan saya agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan pihak yang membacanya dapat mengerti tentang hubungan ini frekuensi pengangkuatan dengan volume penjualan pada perusahaan pengangkutan barang. Salam sejahtera Tuhan Berkati.

Jakarta, 26 Oktober 2009

Salam dari penulis

Calara Goretty

BAB1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam era pembangunan dan modernisasi saat ini kebutuhan sarana transportasi, terutama yang menggunakan angkutan darat sangatlah penting, hal ini untuk menunjang sektor industri dan perdagangan, serta perekonomian Indonesi. Dengan demikian berkembangnya kondisi pengangkutan,maka tiap negara dituntut untuk menyediakan sarana transportasinya dengan maksimal mungkin, sehingga dapat ikut berpartisipasi secara aktif dalam perdagangan internasional yang stabil agar dapat menopang kegiatan pembangunan negara masing-masing.

Sejalan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi transportasi, maka banyak moda transportasi yang digunakan untuk mendistribusikan suatu barang, mareka mencoba memudahkan proses pengemasan dengan berbagai sistim pengemasan dengan sistim pengemasan,salah satu sistem tersebut adalah denngan menggunakan peti kemas atau container. Dengan adanya sistim peti kemas, kegiatan ekspor dan impor lebih mudah untuk ditangani serta menjadi lebih efisien dan para pelanggan pun merasa lebih puas dengan sistim ini.

Salah satu dari sekian banyak komponen penunjang transportasi antara lain adalah depo peti kemas yang merupakan sarana penunjang penting dari perdagangan internasional berupa kegiatan ekspor dan impor, di mana berfungsi sebagai tempat penumpukan peti kemas kosong (empty container).

data menjalankan kerja lapangan & pembangunan

Indrajaya untuk mendukung kegiatan ekspor maupun impor maka peranan kesiapan petikemas dan truk sangat diperlukan untuk kegiatan beroperasi, mengingat ini adalah jasa pelayanana baranng. Untuk itu perusahaan yang menangani pengiriman dan penyimpananpetikemas merupakan perusahaan yang harus mampu beroperasi baik, maka dalam hal ini peranan bagian trucking sangat dibutuhkan.

Pada proses penanganan petikemas impor maupun ekspor, harus sesuai standar dan prosedur yang berlaku, untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh salahnya penanganan petikemas. Hal ini tentunya sangat merugikan baik bagi pihak pelanggan atau pemilik barang maupun bagi perusahaan itu sendiri. Pada ketentuan kepabeanan yang berlaku saat ini, petikemas yang telah menumpuk selama tiga puluh hari ( satu bulan ) harus segera dipindahkan ke depo-depo petikemas yang ada di luar pelabuhan.

PT. Multicon Indrajaya yang merupakan salah satu perusahaan jasa penimbunan empty container tidak terlepas dari kegiatan kepengurusan tersebut, di mana petikemas atau container yang masuk atau keluar depo PT. Multicon Indrajaya membutuhkan penanganan yang sesuai standar. Dari sisi inilah penulis tertarik untuk memaparkannya dalam bentuk skripsi dengan judul “ANALISIS PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGIRIMAN EMPTY CONTAINER DARI DEPO PT. MULTICON INDRAJAYA KE TPK KOJA PERIODE SEPTEMBER-OKTOBER 2008”.

B. Rumusan Masalah

  1. Identifikasi Makalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, penulis mencoba mengidentifikasikan adanya beberapa masalah yang mungkin trjadi, yaitu :

a. Proses kegiatan lift on lift off empty container yang belum maksimal di depo

PT. Multicon Indrajaya dan TPK Koja.

b. Kondisi keseluruhan fasilitas alat seperti: side loader, forklift dan truck yang kurang baik di dalam depo PT. Multicon Indrajaya.

c. Kondisi keseluruhan fasilitas alat trainstainer yang kurang baik di dalam TPK Koja.

d. Kemacetan lalu-lintas di luar depo PT. Multicon Indrajaya dalam proses menuju ke TPK Koja.

e. Faktor-faktor penyebab keterlambatan pengiriman empty container dari depo

PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja yang terjadi dan belum teridentifikasi.

  1. Pembatasan Permasalahan

Dalam skripsi ini penulisan membatasi masalah hanya pada analisis faktor-faktor penyebab keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja, pada periode september-oktober 2009.

  1. Pokok Masalah

Bardasarkan batasan masalah di atas, maka penulisan merumuskan masalah untuk skripsi ini sebagai berikut :

a. Bagaimana proses kegiatan lift on lift off empty container yang belum maksimal di depo PT. Multicon Indrajaya dan TPK Koja ?

b. Bagaimana jumlah dan kondisi keseluruhan fasilitas alat seperti : Side loader, forklift dan truck terhadap tinggat keberhasilan pengiriman petikamas dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja ?

c. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian adalah :

1, Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bagaimana proses kejadian lift on lift off empty container di depo PT. Multicon Indrajaya.

b. Untuk mengetahui bagaimana jumlah kondisi keseluruhan fasilitas alat seperti: Side loader, forkllif, dan truk terhadap tingkat keberhasilan pengiriman petikemas dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja.

c. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja

2. Maanfaat Penelitian

a. Bagi penulis

Untuk membandingkan maanfaat ilmu yang didapat dalam kampus dengan penerapannya dilapangan disamping guna melengkapi persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana ( S1 ) pada Sekolah Tinggi Menajemen Transpor Trisakti, konsentrasi pendidikan Menajemen Transpor Darat.

b. Bagi perusahaan

Sabagai bahan informasi serta masukan yang membangun kepada perusahaan yang bersangkutan sehubungan dengan faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja serta solusi yang tepat dalam mengatasinya.

c. Bagi Lembaga

Sebagai sumber kepustakaan bagi rekan-rekan mahasiswa dan juga masyarakan yang membutuhkan informasi mengenai kegiatan di PT. Multicon Indrajaya.

D. Meteologi Penelitian

1. Metode pengumpulan data

Dalam menyusun dan melengkapi skripsi ini serta untuk menujung pembahasan dalam skripsi ini, penulis melakukan pengumpulan data-data tersebut dengan menggunakan data primer dan data sekunder dangan metode sabagai berikut :

a. Field reseach (penelitian lapangan)

Yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan guna memperoleh data dan informasi yang berhubungan dengan mesalah yang akan dibahas, antara lain melalui :

1) Wawancara atau interview

Yaitu cara pengumpulan infotmasi dan data dengan menggunakan wawancara atau dialog dengan nara sumber yang ada yaitu pihak-pihak yang terkait pada perusahaan seperti pegawai staf dan pegawai operasional pengelola depo PT. Multicon Indrajaya.

2) Observasi

Yaitu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan terjun langsungan pada objek penelitian, dimana penelitian ini dilakukan pada

pihak- pihak yang terkait, seperti user (Pengemudi truck, stacking atau krani, operator side loader, petugas gate in dan gate out) dan pegawai staff trucking, lalu penulis menarik kesimpulan dan di relevasikan terhadap judul dari skripsi ini.

3) Penyebaran Kuesioner

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengedarkan angket atau suatu daftar pertanyaan tertulis, kepada sejumlah karyawan pada PT. Milticon Indrajaya.

b. Library Reseacrch (Penelitian kepustakaan)

Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu dari buku-buku, diktat, jurnal, majalah, dan sumber tertulis lainnya yang relevan dengan judul skripsi.

c. Alat Analisis

Alat analisis yang penulis gunakan adalah Spearman Rank.

Menurut.M. Iqbal Hasan, 1999 : 278 sebagai berikut :

P = 1 ─ __6∑b12__

n ( n 2 __ 1)

Dimana P (baca; rho) adalah koefisien kolerasi Spearman Rank; b adalah selisih rank kelompok (variabel) Y dan rank kelompok (variabel) X yang dinilai dan n adalah jumlah instrumen yang diberi peringkat.

E. Hipotesis

Ho : tidak terdapat perbedaan pendapat antara karyawan divisi operasional dengan karyawan divisi trucking tentang faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja.

Ha : terdapat perbedaaan pendapat antara karyawan divisi operasional dengan karyawan divisi trucking tentang faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya Terminal ke TPK Koja.

F. Sistematika Penulusan

Untuk memperoleh gambaran yang jelas serta mempermudah dalam memahaminya, maka secara keseluruhan penyusunan proposal skripsi ini, penulis menitik beratkan pada persoalan-persoalan sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini merupakan pendahuluan yang menguraikan mengenai latar belakang masalah rumusan masalah yang meliputi indentifikasi, pembatasan dan pokok permasalah skripsi, tujuan dan manfaat penelitiaan, metodoligi penelitiaan, hipotesis dan sistematika penulisan.

BAB 11 LANDASAN TEORI

Bab ini menguraikan secara teoritis yang berhubungan denngan pokok bahasan skripsi seperti pengertian empty container, pengertian pengiriman, pengertian depo, pengertian petikemas, dan teori-teori yang berhubungan dengan judul serta tinjauan pustaka.

BAB 111 TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini akan memgemukakan sejarah singkat perusahaan, organisasi dan manejemen perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini berisikan tentang :

a. Bagaimana proses kegiatan lift on lift off empty container yang belum maksimal di depo PT. Multicon Indrajaya dan TPK Koja ?

b. Bagaimana jumlah dan kondisi keseluruhan fasilitas alat seperti : Side loader, forklift dan truck terhadap tingkat keberhasilan pengiriman petikemas dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja ?

c. faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan pengiriman empty container dari depo PT. Multicon Indrajaya ke TPK Koja ?

BAB V PENUTUP

Pada bab ini akan berisikan mengenai kesimpulan serta saran-saran yang akan diberikan, yang penulis harapkan dapat bermaanfaat bagi perusahaan, pembaca dan bagi penulis sendiri.

Irfan Usmaya

ANALISIS PERBANDINGAN TARGET DAN REALISASI KILOMETER PRODUKSI PADA PT. TRANS BATAVIA KORIDOR IV PULO GADUNG – DUKUH ATAS PERIODE JANUARI 2008 – JUNI 2009

TUGAS AKHIR


Oleh :

Irfan Usmaya

224206018


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPOR

TRISAKTI – JAKARTA

2009








BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

    Perkotaan sebagai tempat orang untuk menjanjikan kesempatan kerja yang lebih luas. Hal ini menjadikan tingkat pertumbuhan penduduk dan pekerja yang tinggi di wilayah ini. Tingkat pertumbuhan pergerakan yang sangat tinggi tidak mungkin dihambat, sementara sarana dan prasarana transportasi sangat terbatas, hal ini mengakibatkan aksebilitas dan mobilitas menjadi terganggu, dilain pihak pembangunan jalan di daerah perkotaan membutuhkan biaya yang cukup besar.

    Pemecahan masalah transportasi di perkotaan telah banyak dilakukan, baik dengan meningkatkan kapasitas jaringan jalan yang ada maupun dengan pembangunan jalan baru, tetapi kemacetan tidak bisa dihindari. karena pengguna kendaraan pribadi meningkat tiap tahunnya, hal ini terjadi karena tingkat pelayanan dan penyedian transportasi yang tidak memadai. Akibat lain dari kemacetan lalulintas yang sering terjadi adalah antrian pajang, tundaan perjalanan, dan juga polusi, baik suara maupun udara.

    Masalah lalulintas tersebut jelas menimbulkan kerugian yang sangat besar pada pengguna kendaran, terutama dalam hal pemborosan bahan bakar, pemborosan waktu, dan juga rendahnya kenyamanan. Hal tersebut menyebabkan perlunya dipikirkan beberapa alternatif pemecahan masalah transportasi, terutama kemacetan di daerah perkotaan.

    Untuk menanggulangi kemacetan lalulintas ini, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah penyempurnaan baik kebijakan, tindakan, maupun pada aspek hukum. Hasilnya berupa pembangunan dan pengembangan prasarana serta optimasi penggunaan ruang jalan dibeberapa wilayah kota maupun penerapan peraturan dan hukum yang baik.

    Menyadari hal tersebut, perusahaan angkutan umum berusaha selalu dapat menyediakan alat transportasi yang sesuai dengan keinginan masyarakat yaitu alat transportasi yang aman, nyaman dan tepat waktu serta kegiatan operasional yang terencana dengan baik. Oleh karena itu kegiatan operasional di perusahaan angkutan merupakan kegiatan yang cukup penting baik dengan semua pihak, terutama dengan bagian tekhnik, SDM dan keuangan agar keinginan masyarakat dapat terwujud.

    Kegiatan operasional merupakan kegiatan yang harus diatur secara terprogram dan terawasi terus-menerus agar asset / armada yang dioperasikan perusahaan dapat memberikan pendapatan yang maksimal kepada perusahaan.

    PT. TB ( Trans Batavia ) merupakan salah satu operator busway yang berkewajiban menyediakan dan mengoperasikan armada TransJakarta. Produkdifitas armada TransJakarta selalu dinilai oleh badan layanan umum ( BLU ) sebagai pihak Regulator berdasarkan Kilometer ( KM ) tempuh setiap unit bus. Pada PT. Trans batavia tingkat produkdifitas armada dapat dilihat dari besarnya jumlah kilometer yang dicapai pada tiap harinya.

    Dalam kegiatan operasional, perolehan Kilometer ( KM ) sangat berfluktuatif setiap hari, hal ini disebabkan oleh banyaknya kendala yang terjadi di lapangan sepeti : pengaturan headway yang belum teratur, kedisiplinan pramudi yang perlu ditingkatkan, pengaturan sistem split yang belum optimal, regulasi dari pihak BLU yang terkadang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,penumpukan bus pada jalur / koridor sebagai akibat dari padatnya persimpangan jalan dll. Akibat dari berbagai kendala di atas menyebabkan tidak tercapainya target produksi kilometer yang diinginkan.

    Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi de4ngan judul ” ANALISIS PERBANDINGAN TARGET DAN REALISASI KILOMETER PERODUKSI PADA PT. TRANS BATAVIA KORIDOR IV PULO GADUNG – DUKUH ATAS PERIODE JANUARI 2008 – JUNI 2009”

  1. Perumusan Masalah.
        1. Identifikasi Masalah

    Berdasarkan judul penelitian di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah pada penelitian ini adalah :

    1. Jumlah bis yang beroperasi masih kurang.
    2. Pengaturan headway yang belum teratur.
    3. Kurangnya disiplin pramudi sehingga sering terjadi keterlambatan.
    4. Pengaturan sistem split belum dilaksanakan secara optimal.
    5. Banyaknya persimpangan jalan pada jalur busway sehingga mengganggu kelancaran pengoperasian bus.
    6. Jumlah kilometer produksi yang Fruktulatif tiap hari.
    7. Pencapaian jumlah kilometer yang belum sesuai dengan program / target.
      1. Batasan Masalah

    Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijabarkan di atas, penulis membatasi penelitian pada masalah adakah perbedaan target dan realisasi KM ( kilometer ) Produksi pada PT. Trans Batavia periode Januari 2008 – juni 2009, kemudian mengukur seberapa besar perbedaan tersebut.

      1. Pokok Masalah

    Pokok masalah dalam penelitian ini adalah :

        1. Berapa jumlah target KM ( kilometer ) produksi yang ingin dicapai oleh PT. Trans Batavia periode Januari 2008 – Juni 2009?
        2. Berapa jumlah realisasi KM ( kilometer ) produksi periode Januari 2008 – Juni 2009?
        3. Apakah terdapat perbedaan antara target dan realisasi KM ( kilometer ) produksi periode Januaru 2008 – Juni 2009?
        4. Seberapa besar perbedaan target dan realisasi KM ( kilometer ) produksi periode Januari 2008 – Juni 2009?
        5. Faktor apa saja yang menyebabkan perbedaan target dan realisasi KM ( kilometer ) produksi periode Januari 2008 – Juni 2009?
          1. Tujuan dan Manfaat Penelitian
              1. Tujuan Penelitian

    Adapun tujuan penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui berapa jumlah target KM ( kilometer ) produksi yang wajar dicapai oleh PT. Trans Batavia periode Januari 2008 –Juni 2009.
    2. Untuk mengetahui berapa jumlah realisasi KM ( kilometer ) produkhsi yang seharusnya dicapai oleh PT. Trans Batavia periode Januari 2008 – Juni 2009.
    3. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara target dan realisasi KM ( kilometer ) produksi periode Januari 2008 – Juni 2009.
    4. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan target dan realisasi KM ( kilometer ) produksi Januari 2008 – Juni 2009.
    5. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan perbedaan target dan realisasi KM ( kilometer ) produksi periode Januari 2008 – Juni 2009.

      1. Manfaat Penelitian
        1. Bagi Peneliti

      Untuk dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas mengenai sistem manajemen bus TransJakarta pada PT. Trans Batavia.

          1. Bagi Perusahaan

      Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan didalam menganalisa dan pengembilan keputusan dalam hal pengoperasian armada bus TransJakarta khususnya yang berkaitan dengan produksi kilometer pada PT. Trans Batavia.

          1. Bagi STMT Trisakti

      Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai informasi tambahan pengetahuan mengenai sistem manajemen operasional pengoperasian angkutan bus dan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan STMT Trisakti agar penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

            1. Metode Penelitian
  1. metode pengumpulan Data

    untuk memperoleh data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan Metode sebagai berikut :

    1. Penelitian Lapangan ( Field Research )

      Metode penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan secara langsung dari obyek penelitian atau perusahaan yang teliti. Dalam memperoleh data tersebut penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu :

      1. Wawancara ( Intervirw )

      Merupakan pengumpulan data dengan tanya jawab langsung kepada pihak – pihak yang dianggap mampu memberikan penjelasan langsung maupun data yang nantinya akan penulis bahas dalam skripsi.

      1. Observasi Langsung ( obsevasi )

      Penulis memperoleh data dengan cara terjun langsung ke lapangan serta mengamati segala sesuatu yang terjadi di lapangan untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan yang dapat dijadikan masukan atau bahan dalam penulisan skripsi ini. Selain itu penulis juga mencatat data – data yang ada di perusahaan baik berupa dokumen atau arsip yang berkaitan dengan bidang penulisan yang diambil oleh penulis.

        1. Penelitian Kepustakaan ( Library research )

      Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data sekunder dan dilakukan dengan cara :

    1. Membaca buku tentang teori manajemen operasional dan manajemen perusahaan bus.
    2. Literatur lain yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya seperti buku dan jurnal serta majalah.
  1. Metode Analisis Data

    Penulis melakukan analisis perbandingan target dan realisasi KM ( kilometer ) Produksi pada PT. Trans Batavia periode Januari 2008 – Juni 2009 dengan menggunakan metode statistik :

    1. Uji Tanda ( Sign Test )

      Dalam penelitian ini penulis akan melakukan pengujian dengan menggunakan uji tanda ( sign test ) untuk membandingkan antara target kilometer produksi dengan realisasi kilometer produksi.

      Menurut Sugiono ( 2007 : 38 ) uji tanda digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sample yang berkorelasi. Teknik ini dinamakan uji tanda ( sign test ) karena data yang akan dianalisa dinyatakan dalam bentuk tanda – tanda, yaitu tanda positif dan negatif. Hasilnya tidak dinyatakan berapa besar perubahannya secara kuantitatif, tetapi dinyatakan dalam bentuk perubahan yang positif atau negatif.

      Hipotesis nol ( Ho ) yang diuji adalah: P( XA>XB ) = P( XA>XB ) = 0,5. peluang berubah di XA ke XB = peluang berubah dari XB ke XA = 0,5 atau peluang untuk memperoleh beda yang bertanda positif sama dengan peluang untuk memperoleh beda yang bertanda negatif.

      Untuk sampel yang terkecil ( ≤ 25 ) pengujian dilakukan dengan prinsip – prinsip distibusi binominal dengan P = Q = 0,5 ( lihat test binomial ) dimana N = jumlah data. Untuk pengujian hipotesis dapat membandingkan dengan tabel binominal tersebut, di mana x dalam tabel adalah nilai tanda positif atau negatif yang jumlahnya lebih kecil.

    1. Hipotesis

      Ho = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara target kilometer produksi dan realisasi kilometer produksi.

      Ha = Terdapat perbedaan signifikan antara kilometer produksi dan realisasi kilometer produksi.

      Ho diterima bila harga Chi Kuadrat hitung lebih kecil dari harga Chi Kuadrat tabel.

Data dan informasi yang diperoleh dari metode statistik tersebut di atas dikumpulkan dan dianalisis untuk memperoleh hasil sehingga dapat ditemukan kesimpulan dan saran – saran yang dapat disumbangkan kepada PT. Trans Batavia.

Angriane Dewi

Daftar isi

kata pengantar…………………………………………………………………….iii

daftar isi…………………………………………………………………………..iv

topic makalah yang akan di sajikan………………………………………………v

daftar topic makalah yang di sajikan:

transportasi sebagai aktivitas social ekonomi

BAB 1…………………………………………………………………………….1







KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Serta shalawat dan salam saya curahkan kepada Rasulullah SAW sang inspirasi dan teladan, sehingga pada akhirnya saya dapat menyelasaikan tugas ini dengan baik. Dimana tugas ini saya sajikan dalam bentuk makalah yang sederhana. Adapun judul penulisan tugas makalah ini yang saya ambil sebagai berikut

Tujuan penulisan tugas ini dibuat sebagai salah satu syarat utuk tugas seminar. . Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan hasil penelitian (eksperiman), observasi dan beberapa sumber literarur yang mendukung penulisan ini. Saya menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka tugas ini tidak akan lancar. Oleh karena itu pada kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak osuman arofat

2. Seluruh Staff, karyawan, dosen dilingkungan stmt trisakti

3. Kedua Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan baik moril maupun spiritual yang begitu kuat.

4. Rekan-rekan mahasiswa sekalian. Atas saran, bantuan keceriaan dan ketulusan yang telah diberikan selama ini.

5. Serta semua pihak yang terlalu banyak untuk disebut satu persatu sehingga terwujudnya penulisan tugas ini.

Saya menyadari bahwa masih jauh sekali dari sempurna, untuk itu saya mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.

Akhir kata semoga tugas ini dapat berguna bagi saya khususnya dan bagi para pembaca yang berminat pada umumnya.



Abstrak

Kemajuan trasportasi angkutan darat, sudah sanggat pesat sangat pesat dewasa ini. Sehingga suatu saat trasportasi sebagai akitfitas social ekonomi.dengan jumlah yang besar serta secara reltime menjad hal yang murah dan mudah. Dalam situasi tersebut maka berbagai aplikasi dalam bidang trasportasi khususnya pada trasportasi bus kota, bus trasjakarta dan trasportasi yangada di seluruh kota Jakarta.akan menjadi suatu hal yang perlu di perhatikan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna trasportasi ankutan darat.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiki lebih dari 17.000 pulau dengan total wilayah 735.355 mil persegi. Indonesia dan menempati peringkat keempat dari 10 negara berpopulasi terbesar di dunia (sekitar 220 juta jiwa). Tanpa sarana transportasi yang memadai maka akan sulit untuk menghubungkan seluruh daerah di kepulauan ini.

Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan (derived demand) akibat aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dalam kerangka makro-ekonomi, transportasi merupakan tulang punggung perekonomian nasional, regional, dan lokal, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Harus diingat bahwa sistem transportasi memiliki sifat sistem jaringan di mana kinerja pelayanan transportasi sangat dipengaruhi oleh integrasi dan keterpaduan jaringan.

Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vital dalam aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih mudah dan cepat bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia. Melalui transportasi penduduk antara wilayah satu dengan wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi yang rata maupun hasil pembangunan yang ada.

Skala ekonomi (economy of scale), lingkup ekonomi (economy of scope), dan keterkaitan (interconnectedness) harus tetap menjadi pertimbangan dalam pengembangan transportasi dalam kerangka desentralisasi dan otonomi daerah yang kerap didengungkan akhir-akhir ini. Ada satu kata kunci ini disini, yaitu integrasi, di mana berbagai pelayanan transportasi harus ditata sedemikian rupa sehingga saling terintegrasi, misalnya truk pengangkut kontainer, kereta api pengangkut barang, pelabuhan peti kemas, dan angkutan laut peti kemas, semuanya harus terintegrasi dan memungkinkan sistem transfer yang terus menerus (seamless).

Kebutuhan angkutan bahan-bahan pokok dan komoditas harus dapat dipenuhi oleh sistem transportasi yang berupa jaringan jalan, kereta api, serta pelayanan pelabuhan dan bandara yang efisien. angkutan udara, darat, dan laut harus saling terintegrasi dalam satu sistem logistik dan manajemen yang mampu menunjang pembangunan nasional.

Transportasi jika ditilik dari sisi sosial lebih merupakan proses afiliasi budaya dimana ketika seseorang melakukan transportasi dan berpindah menuju daerah lain maka orang tersebut akan menemui perbedaan budaya dalam bingkai kemajemukan Indonesia. Disamping itu sudut pandang sosial juga mendeskripsikan bahwa transportasi dan pola-pola transportasi yang terbentuk juga merupakan perwujudan dari sifat manusia. Contohnya, pola pergerakan transportasi penduduk akan terjadi secara massal dan masif ketika mendekati hari raya. Hal ini menunjukkan perwujudan sifat manusia yang memiliki tendesi untuk kembali ke kampung halaman setelah lama tinggal di perantauan.

Pada umumnya perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini disebabkan oleh perbedaan regulasi pemerintah masing-masing negara dalam menangani kinerja sistem transportasi yang ada. Kebanyakan dari Negara maju menganggap pembangunan transportasi merupakan bagian yang integral dari pembangunan perekonomian. Pembangunan berbagai sarana dan prasarana transportasi seperti halnya dermaga, pelabuhan, bandara, dan jalan rel dapat menimbulkan efek ekonomi berganda (multiplier effect) yang cukup besar, baik dalam hal penyediaan lapangan kerja, maupun dalam memutar konsumsi dan investasi dalam perekonomian lokal dan regional.

Kurang tanggapnya pemerintah dalam menanggapi prospek perkembangan ekonomi yang dapat diraih dari tansportasi merupakan hal yang seharusnya dihindari. Sistem transportasi dan logistik yang efisien merupakan hal penting dalam menentukan keunggulan kompetitif dan juga terhadap pertumbuhan kinerja perdagangan nasional dalam ekonomi global. Jaringan urat nadi perekonomian akan sangat tergantung pada sistem transportasi yang andal dan efisien, yang dapat memfasilitasi pergerakan barang dan penumpang di berbagai wilayah di Indonesia.





Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
Balas
Balas ke semuanya
Teruskan




Balas
|

Anne DP

ke saya, deann_jstar
tunjukkan rincian 09:34 (21 jam yang lalu)

Daftar isi

kata pengantar…………………………………………………………………….iii

daftar isi…………………………………………………………………………..iv

topic makalah yang akan di sajikan………………………………………………v

daftar topic makalah yang di sajikan:

transportasi sebagai aktivitas social ekonomi

BAB …………………………………………………………………………….1